Berdasarkan keterangan para pinisepuh yang pernah "menangi" (baca, Bawean: kacapok) dengan cerita masa lalu bahwa letak Sangkapura itu ada di tiga tempat. Pertama, nama Sangkapura awalnya berpusat di kawasan Panaghi sebelah Utara klinik Al Manar Desa Lebak. Di situ tinggal seorang Raja Babiliono berjanji hendak memeluk agama Islam. Janji itu selalu ditunggu oleh Maulana Umar Mas'ud. Karena janji itu tak kunjung tiba realisasinya maka Maulana Umar Mas'ud berulang kali datang menagihnya ke sana. Peristiwa penagihan janji itu diabadikan dengan nama tempat tersebut sebagai Panaghi atau Panaghen (menahan janji). Beberapa tahun kemudian wilayah Sangkapura dipindahkan ke Padheleman (bukan pedalaman, red), melainkan tempat tinggal raja (baca, Jawa: dalem) sebagai tempat kepindahan kedua. Baru yang ketiga, untuk memperluas syiar Islam di Pulau Bawean pada akhirnya wilayah Sangkapura oleh Maulana Umar Mas'ud dipindahkan ke pusat kota yakni meliputi Desa Kotakusuma dan Desa Sawahmulya. Bukti adanya jalan bebatuan di tengah alun-alun Sangkapura sebagai petunjuk bahwa batas sebenarnya antara Desa Kotakusuma dan Desa Sawahmulya jalan lurus dari Dusun Boom Desa Sawahmulya hingga ke Utara menembus Dusun Dayabata melintasi tengah alun-alun.